Bertemu Daddy Setelah Lima Tahun Berpisah - Peniti Kecil

Bertemu Daddy Setelah Lima Tahun Berpisah


Bab 1 :

"Sri,Kamu bawa anak ini pergi jauh dari sini mumpung Dirga sedang bekerja" perintah Hidayat ke pada baby siter Cucunya,Devan.

"Tapi pak Nanti Tuan Dirga melaporkan saya ke kantor polisi gimana pak? Saya takut masuk penjara pak,saya masih butuh biaya untuk merawat suami saya yang sedang sakit pak"jawab Sri

"Kamu tenang saja,saya yang akan menjamin kamu. Dirga tidak akan melaporkan kamu ke kantor polisi,ini untuk kamu."

" Bukalah usaha di Kampung,dan jangan beri tahukan siapa pun. Dan masukkan uang ini ke dalam koper untuk biaya orang yang sudah mau mereawat devan." perintah Hidayat yang memberikan Sri uang seikat totalnya 100juta dan uang 20juta untuk dimasukkan ke dalam koper membuat Sri terkejut bukan main.

Gimana gak terkejut,Sri yang baru bekerja 2 bulan merawat Devan sejak Devan di perbolehkan pulang dari Rumah sakit karna Devan lahir prematur,yaitu saat kandungan Mella berusia 8bulan lebih dan harus di inkubator sejak lahir selama satu bulan lebih.

Kini dia di suruh membawa anak Tuannya pergi jauh dan dia mendapatkan uang 100juta,hati Sri meloncat bahagia melihat uang segini banyaknya.

"ini serius pak?"Tanya Sri memastikan

"ia,100juta itu untuk modal kamu membuka usaha di kampung asalkan kamu bawa anak ini pergi jauh jauh dari kota ini"perintah Hidayat

"Baik pak,saya terima tawaran bapak selama saya tidak di laporkan kepolisi"Jawab Sri

"Sekarang cepat Ambil uangnya dan bawa Anak itu pergi dari sini,saya tidak mau memiliki cucu yang tidak jelas asal usulnya sama seperti ibunya"perintah Hidayat.

"Baik pak,kalau begitu saya permisi"pamit Sri kepada Hidayat.

Lalu Sri pun terpaksa membawa Devan pergi meninggalkan rumah keluarga Cakrawala dan membawanya pergi ke kampung halamannya di Desa Bakti Jaya.

Butuh waktu 8 jam Sri lalui untuk sampai di Desa Bakti Jaya tersebut. Sri sampai di kotanya tepat tengah malam,Dia meminta Suaminya untuk menjemputnya di terminal.

sebelum Sri memasuki kampungnya,Sri melewati kota Bakti Jaya,dari kota ke desanya hanya butuh waktu 15menit saja. Sri berhenti di sebuah ruko Sembako yang di tinggali oleh  Hani dan Anaknya Wulan.

Hani tinggal di ruko yang mana di lantai bawah Hani isi dengan menjual sembako lengkap. Hani tinggal bersama Anaknya Wulandari Kumala Sari.

Wulan sengaja pulang kekampungnya sambil menunggu panggilan kerja. Di kampung,wulan membantu Hani berjualan sembako,dan alhamdulillah sejak Wulan membantu Hani, toko Sembakonya Hani jadi semakin banyak pembeli.

Sri berhenti Di ruko Hani lalu meletakkan Devan di dalam sebuah kardus dan menaruh kardus tersebut di Atas Bangku yang berada di depan teras tokonya Hani beserta perlengkapan Devan yang di simpan di dalam sebuah koper besar.

Sri juga meninggalkan sebuah Surat yang berisi 'saya mohon tolong rawat Anak ini,saya membawa anak ini agar anak ini tidak menjadi Incaran oleh kakeknya sendiri,saya Ucapkan terima kasih sebelumnya kepada Anda yang sudah mau bersedia merawatnya,maafkan saya karna saya meletakkannya di sini.

saya tidak tahu lagi kemana saya akan menyembunyikannya. Semua keperluan Anak ini ada di dalam kopernya,beserta uang yang ada di dalamnya ini untuk membeli tambahan susu dan pempersnya'

Surat tersebut di letakkan Sri Di dalam bedong tepat di atas dada Devan Lalu Sri segera pergi meninggalkan ruko Hani,Sri bisa mengamati perkembangan Devan jika bersama Hani. Sri lumayan dekat dengan Hani karna Hani adalah sahabat baik Sri.

****

Pagi Harinya

Oek...Oek...Oek...

Wulan yang biasa bangun sebelum subuh untuk mempersiapkan tokonya,samar samar mendengar suara tangisan Bayi di depan toko sembakonya.

Wulan mendengarkan lagi dengan seksama, siapa tahu Wulan salah dengar,lalu terdengar lagi tangisan Bayi yang semakin jelas terdengar oleh Wulan

Oek...oek...oek...

Tangis itu terdengar lagi dan kali ini sangat jelas sekali di telinga Wulan,gegas Wulan membuka pintu tokonya dan alangkah terkejutnya Wulan karna Wulan melihat Kardus yang berisi Bayi yang di perkirakan berumur 2bulanan beserta koper yang ada di sampingnya.

"Astagfirullah... ini,kenapa ada bayi di sini? dan juga koper? pasti bayi ini sengaja di buang."gumam Wulan lalu Wulan membawa Anak itu dan kopernya masuk kedalam dan menutup kembali pintu tokonya.

Gegas Wulan berlari menghampiri ibunya yang berada di dapur.

"Ibu..ibu..."panggil Wulan yang berjalan cepat menghampiri Hani

"Wulan,kenapa kamu...."kata kata Hani terputus saat Hani melihat Wulan sedang menggendong seorang bayi yang berhenti menangis saat Wulan menggendongnya.

"Nak,ini anak siapa? kamu nemu dimana pagi buta begini?"Tanya Hani yang masih terkejut melihat Wulan menggendong Bayi di tangannya lalu Hani mengajak Wulan untuk duduk di ruang tamu.

"Wulan juga Gak tau bu ini anak siapa,saat Wulan sedang membereskan toko,Wulan mendengar suara bayi didepan toko bu beserta Koper yang berada tepat di sampingnya"Jawab Wulan bingung

"sayangnya CCTV kita juga sedang rusak bu jadi kita tidak bisa melihat siapa yang sudah tega dan dengan sengaja membuang anak seganteng ini bu"jawab Wulan sendu

Oek...Oek..Oek... bayi itu kembali menangis setelah beberapa menit diam di pelukan Wulan.

"mungkin Dia haus nak karna semalaman di luar,Biar ibu buatkan dulu susu untuknya. Mana kopernya siapa tau di dalam ada susu untuknya"kata Hani lalu menarik koper besar itu menuju sofa.

Hani pun membuka Koper tersebut dan betapa terkejutnya Hani dan Wulan saat melihat uang 20juta di ikat menjadi satu ikatan berada di dalam koper tersebut.

"Astagfirullah Bu,ini anak sepertinya memang sengaja di buang. Dan coba ibu lihat,ini baju baju bayi bermerek loh bu. Itu Artinya ini Bayi memang anak orang kaya Bu,mungkin dia dalam bahaya dan sengaja di tinggalkan di sini."cerocos Wulan saat melihat baju baju milik si bayi yang ternya milik brand ternama

"ia nak sepertinya apa yang kamu bilang itu benar nak,mungkin ada petunjuk seperti pesan atau lainnya"kata Hani lalu memeriksa isi kopernya

Oek...Oek...Oek... Bayi itu pun menangis lagi,Hani menghentikan membongkar Tas tersebut lalu mengambil Sufor dan gegas ke dapur membuatnya untuk si bayi.

"Nak,coba kamu cek popoknya siapa tau popoknya penuh nak"teriak Hani dari dapur yang sedang membuat Sufor untuk bayi tersebut.

Wulan pun membuka bedong sang bayi dan terlihat sebuah kertas di atas dadanya dan ada sebuah liontin di leher Anak itu.

Wulan membuka kertas tersebut yang ternyata isinya sebuah Surat.

"Astagfirullah ibu... sini deh bu"teriak Wulan

"Kenapa Nak?"tanya Hani bergegas menghampiri Wulan yang kebetulan sudah selesai membuatkan Sufor untuk si Bayi.

"ini bu ada surat,sepertinya anak ini memang sengaja di tarok seseorang di depan bu,katanya untuk menyelamatkan Anak ini dari kakeknya"Ucap Wulan lalu memberikan surat itu kepada Hani dan hani membacanya.

"Astagfirullah Nak.. kalau begini kita harus bagaimana nak?"tanya Hani

"sebaiknya kita lapor dulu ke pak RT bu,kalau suratnya sudah begini itu artinya mereka mempercayakan kita untuk menyelamatkan anak ini bu"jawab Wulan lalu Hani menatap Bayi itu dengan rasa iba.

"bu,coba ibu lihat. ini ada liontin di leher anak ini bu,liontinya unik seperti gambar Galaksi bu dan ada ukiran tulisan 'Devan' apa nama Anak ini Devan ya bu?"ucap Wulan pada Hani dan Hani pun melihat liontin yang ada pada leher si bayi.

"Bisa jadi Nak. bisa jadi nama panggilannnya 'Devan' nak"jawab Hani memandangi liontin tersebut.

"Kamu ganti popoknya Nak,sepertinya popoknya sudah penuh. Lalu berikan susu ini pada Devan dan tidurkan dia di kamar kamu Nak,Besok pagi kita melapor ke pak RT. Sekalian kita minta surat ijin Dari RT dan Rw untuk merawat anak ini,baru kita urus Akta lahir Devan agar dia bisa kita selamatkan jika ada yang mencarinya."ucap Hani pada wulan

"ia ibu benar,nanti akan Wulan urus Akta lahirnya. Jika ada yang mencarinya dan menyebutkan soal liontin ini,berarti dialah orang tuanya bu. karna liontin ini sepertinya khusus di buat oleh orang tuanya bu"jawab wulan yang sedang memberikan Devan Sufor setelah Wulan mengganti popoknya dan Devan pun kembali tertidur nyenyak.

"Sepertinya Devan sudah tertidur,kamu tidurkan dia dikamar kamu Lan, sekalian bawa kopernya"kata hani menyuruh wulan untuk kekamarnya menidurkan Devan di atas kasur Wulan.

"terus gimana dengan uangnya Bu?"tanya Wulan yang teringat dengan uang 20juta yang masih ada di koper.

"besok setelah semua urusan Akte lahir anak ini selesai,baru kita pake uang ini untuk membeli popok dan susunya,sekarang kamu simpan uangnya nak "jawab Hani lalu memberikan uang tersebut kepada Wulan.

Wulan berjalan membawa Koper dan Devan di dalam gendongan tangannya yang saat ini sedang terlelap dengan damai kedalam kamarnnya.

"kasihan sekali kamu Devan,kamu tidur dengan lelap padahal kamu tidak tau bahwa kamu saat ini sedang di buang oleh orang tua kamu. Bayi sekecil ini terpaksa berpisah dari orang tuanya,gak terbayang gimana Syoknya seorang ibu yang terpaksa membuang anaknya demi menyelamatkan anaknya sendiri" gumam wulan menatap Devan yang sedang terlelap di atas kasur lalu dengan tampang lucunya dia menggeliat sambil mengemut jempolnya.


Napen di Fizzo : Peniti Kecil

Genre : Duda,BayiRahasia,Romansa,Romansa Urban,CEO


Lanjut baca : 

https://www.fizzo.org/page/share/?bid=7502017044720647422&isNew=1&from=copy_link&group=2&d=5887970353954223870&u=7907692243878098174&language=id&region=ID

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama