"Kamu belum selesai juga sayang…?” tanya Gena sambil menutup map di hadapannya.
“Ada Operasi tambahan tadi, dan aku harus berada disana untuk menemani Dokter Hendra” jawab Siron, yang langkahnya berhenti di sudut meja dengan tangannya menyentuh bagian ujung meja yang tumpul.
“Apa mungkin ini proyek investor lagi?.”
Lanjut Siron menatap ke tangan Gena yang seperti menyembunyikan map dokumen itu.
Gena mengangguk pelan, sedikit senyuman yang dipaksakan.
“Proyek itu memang menyita banyak waktuku. Tapi hasilnya akan sangat besar, sayang.” meletakkan dokumen itu ke samping kirinya.
Siron tidak langsung duduk. Matanya melirik beberapa berkas lain di meja Gena. Logo investor asing tercetak jelas di sana.
“Kamu yang menangani semua ini?” Siron menatap acak ke bagian beberapa dokumen lain itu yang terletak di meja seberangnya.
“Sebagian besar,” jawab Gena ringan. “Kenapa?”
“Tidak ada,” kata Siron. “Aku hanya ingin memastikan semuanya berjalan sesuai prosedur.”
Gena tersenyum lagi, senyum yang terlihat wajar, tenang, dan meyakinkan. “Rumah sakit ini tidak akan main-main dengan hukum, Sayang.”
Jawaban itu terdengar logis. Siron mengangguk, meski perasaan ganjil di dadanya belum hilang.
" Aku tahu, semua orang juga tahu itu Gena. Tapi aku ingin kamu tetap selalu berhati-hati dalam menangani Proyek ini"
Nadanya sedikit khawatir, bukan karena khawatir tentang sesuatu yang merugikan Gena, melainkan kekhawatiran terhadapnya yang mungkin menjadi pelaku utama.
Siron memutar tubuhnya ke arah pintu, lalu berkata.
"Aku pulang duluan ya, ini sudah terlalu larut, kamu juga harus segera kembali, jangan dipaksakan. Kakinya melangkah keluar pintu. Gena hanya mengangguk kepalanya dari arah belakang Siron.
Ia pamit, meninggalkan Gena kembali pada pekerjaannya.
Di luar rumah sakit, udara malam terasa dingin. Siron masuk ke mobilnya, namun tidak langsung menyalakan mesin. Pikirannya kembali pada proyek kerja sama itu. Investor besar, dana besar, dan tekanan besar. Ia tahu, dalam dunia medis modern, kepentingan bisnis sering berjalan beriringan dengan layanan kesehatan. Namun tetap ada batas yang tidak boleh dilewati.
Keesokan harinya, Siron menghadiri rapat internal medis. Beberapa dokter senior membahas perkembangan proyek investor. Presentasi ditampilkan di layar besar, penuh grafik dan angka yang menjanjikan. Siron duduk diam, mendengarkan, sesekali mencatat hal-hal penting.
“Dengan dukungan dana ini, kita bisa mempercepat banyak prosedur,” ujar salah satu manajer proyek.
“Dan meningkatkan reputasi rumah sakit,” sambung yang lainnya.
Siron mengangkat tangannya, mengajukan sebuah pertanyaan bersifat kecurigaan.
“Bagaimana dengan seleksi pasiennya?”
Ruangan menjadi sedikit sunyi.
Manajer proyek tersenyum dengan cara yang diplomatis.
“Sesuai standar yang telah disepakati semua pihak”
Jawaban itu tidak menjawab pertanyaannya. Siron tidak melanjutkan, memilih menyimpan keraguannya sendiri.
Sore harinya, ia menerima pesan singkat dari Gena, menanyakan jam pulangnya. Nada pesan itu tetap sama seperti biasanya, penuh perhatian. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Namun Siron tidak tahu bahwa di balik ketenangan itu, Gena telah lama menjalin hubungan lain dengan Marin.
Marin adalah seorang pemilik sebuah Bar malam di kawasan pinggiran kota. Secara resmi, ia hanya pengusaha hiburan.
Namun di balik pintu bar yang remang, Marin dikenal sebagai perantara berbagai transaksi keuangan gelap. Ia pandai membangun jaringan, termasuk dengan pihak-pihak yang ingin mencuci dana atau menyamarkan aliran uang ilegal.
Gena mengenal Marin bukan sebagai kekasih Siron, melainkan sebagai bagian dari pekerjaannya. Awalnya hanya perantara investor lokal. Namun hubungan itu berkembang, melampaui urusan profesional. Marin menawarkan solusi cepat, koneksi luas, dan keuntungan pribadi yang sulit ditolak.
Gena, yang setiap hari bergelut dengan angka dan kekuasaan, perlahan terjerat.
Kerja sama proyek medis besar itu tidak sepenuhnya bersih. Ada dana yang dialihkan, laporan yang dimanipulasi, dan prosedur yang sengaja dipercepat. Gena mengetahui semuanya. Marin adalah salah satu penghubung utama aliran dana tersebut.
Ironisnya, Siron berada tepat di tengah pusaran itu, tanpa menyadarinya sepenuhnya.
Malam itu, Siron dan Gena makan bersama di apartemen Siron.
Percakapan berjalan normal. Tentang pekerjaan, tentang lelah, tentang rencana akhir pekan. Siron menatap wajah Gena yang tenang, cantik, dan terlihat tulus. Ia tidak tahu bahwa senyum itu menyimpan rahasia yang suatu hari akan menghancurkan segalanya.
"Aku akan pulang, tadi aku lupa mengangkat jemuran pakaian ku di balkon" Gena berdiri setelah sedikit makan dan mengobrol dengannya.
" Aku akan mengantarmu". Ucap Siron yang ikut berdiri.
"Tidak perlu Sayang… aku membawa mobilku. Kamu istirahat saja, besok masih banyak kerjaan kan?". Balas Gena mengambil tasnya yang ditaruh di atas meja makan, mengeluarkan kunci mobilnya.
"Baiklah, kalau begitu hati-hati ya, Gena, jangan terburu-buru." Siron mendekati Gena dengan menyodorkan wajahnya diam dengan senyuman yang manis.
Dan Gena membalasnya dengan mengecup kening dan kedua pipi Siron dengan lembut.
Akhirnya Gena pergi melangkah keluar rumah Siron. Menekan tombol yang ada di remot kunci mobilnya. Dia masuk kedalam mobil, lampu menyala dengan cahaya merah di kedua sisi samping.
Suara mesin yang tenggelam dan mulai menghilang di tikungan jalan yang gelap.
Siron masih terpaku di ambang pintu, memikirkan kekhawatiran yang dalam, tentang proyek itu dan keterkaitannya dengan Gena.
Sinopsis:
Dadanya terbuka dan retak. Darah mengalir dari luka tusukan yang diberikan oleh orang yang paling ia percayai. Siron tewas di tangan kekasihnya sendiri. Namun kematian bukanlah akhir. Ia terlempar ke dunia lain dan terbangun sebagai pemilik tubuh pewaris sebuah kerajaan besar yang telah lama runtuh, dicap terkutuk oleh kutukan darah kerajaan yang membuat sang pewaris tak pernah bisa memiliki keturunan. Tanpa penerus, kerajaan ditakdirkan punah. Kini Siron harus mengasah kemampuannya untuk mematahkan kutukan itu, mempertahankan garis warisan, dan mengembalikan kemakmuran kerajaan. Demi untuk membantu Vardans, Raja mengutus 4 Harem pilihan, cantik, licik, dan penuh ambisi serta kekuatan sihir. Dan warisan ditemukan, Kristal Jantung Serigala Bintang, yang akan mengungkap dunia Vardans yang penuh konflik antar ranah, iblis, penyihir, ras makhluk bintang, serta kerajaan manusia yang dibalut sihir terang dan gelap
Penulis : Rahmat Ry
Genre: fantasi isekai
Tags: reinkarnasi, sihir, Harem
Platform: Maxnovel
Lanjut baca:
