Beam: Kembalinya Viyan Si Pembalap - Hayyi Ze

 

Beam: Kembalinya Viyan Si Pembalap - Hayyi Ze

0

Kelokan demi kelokan terasa semakin rapat dan sempit. Tak satu pun kendaraan bersedia memberikan celah. Di barisan belakang, Viyan terus berupaya menghalangi Drake. Gerakannya sangat presisi, sengaja dibuat sedikit lebar agar RX-8 milik lawan tidak sanggup menyalip. Ia memastikan tidak ada celah tersisa.

​"Seriusan nih bocah," desis Drake.

​Setiap kali Drake hendak menusuk dari sisi dalam, GR Supra milik Viyan langsung menutup ruang. Saat mencoba dari sisi luar, Viyan mengatur drift sedemikian rupa sehingga ban belakangnya memakan sebagian jalur. Drake harus mengakui kegigihan pemuda itu dalam menghalangi lajunya, namun ia pun tak akan menyerah semudah itu.

​Drake terus mengekori dan menunggu kesempatan. Ia paham kenekatan Viyan pasti memiliki batas. Titik kritis itu muncul di depan mereka: sebuah tikungan tajam hampir sembilan puluh derajat. Lokasi yang sama yang hampir membuat Ares terjun bebas ke jurang. Drake menduga Viyan akan menurunkan kecepatan sebelum masuk ke sana. Namun, dugaannya meleset.

​Drake spontan menahan napas. "Yan, jangan bilang kamu masih mau mengebut di sini!"

​Benar saja, Viyan tidak menginjak rem dengan agresif. Mesin GR Supra itu masih meraung keras. Kecepatannya dipertahankan sampai detik terakhir. Terlalu cepat untuk tikungan seganas itu.

​"Woi! Kamu gila apa?!" Drake berteriak dari dalam kabinnya. Rasanya ia ingin mengeluarkan kepala dari jendela guna memperingatkan pemuda nekat itu.

​Viyan melirik spion sejenak. Wajahnya terlihat tenang, kontras dengan jantungnya yang berdebar kencang. Inilah adrenalin yang ia nantikan. Memasuki tikungan patah tersebut, Viyan memutar setir dengan halus. Ia sengaja membuat bagian belakang mobil selip namun tetap terkontrol penuh. Ban belakang Supra menyapu ke kanan, meluncur dalam drift yang sangat teratur.

​Bibir Viyan terangkat sedikit, membentuk senyum penuh percaya diri. Ia mengingat kembali tikungan yang menjadi mainannya lima tahun silam. Medan ini sudah berubah, namun ia tinggal menyesuaikannya dengan ilmu yang ia pelajari kemarin. Sudut, kemiringan, hingga tekstur aspal yang kasar ia perhitungkan. Ada tonjolan kecil di sisi dalam tikungan yang membantu bannya menggigit permukaan jalan lebih kuat. Terima kasih, Danish, batinnya. Pengetahuan baru itu ia manfaatkan dengan sempurna malam ini.

​Mobil itu meluncur mulus tanpa goyangan liar. Hanya ada deru mesin, desit ban, dan tarian kendaraan yang sempurna. Untuk sesaat, Viyan merasa dunia hanya berisi dirinya dan mobilnya.

​"Gila," gumam Drake kehilangan kata-kata. Ia refleks mengerem lebih awal karena enggan mengulangi tragedi Ares. Saat ia berhasil keluar dari tikungan, Viyan sudah menjauh beberapa meter di depan. "Bocah ini sehebat itu rupanya, huh," Drake terkekeh antara kagum dan kesal.

​Viyan kini menempel tepat di belakang Ares. Lampu rem Audi S3 milik Ares berkedip tak tentu, tanda sang pemilik mulai gugup. Ares yang masih emosi setelah disalip Yukti kini merasa terteror oleh kehadiran Supra tersebut.

​"Jangan mimpi ya! Tidak akan aku kasih lewat!" geram Ares sambil menggertakkan gigi.

​Jalanan mulai melebar. Ares mencoba berpindah jalur guna menutup celah bagi Viyan sekaligus mengejar Yukti. Namun, setiap kali ia mencoba membuka ruang, Viyan langsung mengikuti gerakannya. Akibatnya, Audi milik Ares tidak pernah mendapat jalur yang tepat untuk memacu kecepatan.

​Kesal karena gagal mengejar posisi pertama, Ares mengubah target. "Kalau om tua itu tidak mau kasih jalan, ya sudah! Aku jadi nomor dua saja! Tidak akan aku biarkan bocah belagu ini lewat!" teriak Ares. Ia berhenti mengejar Yukti dan fokus bergerak defensif.

​Di belakangnya, Viyan menghela napas panjang. "Kenapa sekarang hidupku dikelilingi orang aneh," gumamnya. Segalanya berubah sejak malam itu, saat mobilnya tiba-tiba dimasuki orang asing bersenjata yang memintanya kabur dari kejaran polisi. Viyan tersenyum tipis. Karena kejadian itulah ia kini bisa kembali ke lintasan balap.

​Viyan kembali fokus pada mobil merah di depannya. Dari cara berkendara lawan, ia tahu Ares mulai panik. Mobil itu sering goyah saat keluar tikungan karena pengemudinya lebih memikirkan gengsi daripada teknis balapan. Lawan seperti itu sangat mudah ditebak.

​Rumah mewah di puncak bukit mulai terlihat di kejauhan. "Sekarang," gumam Viyan. Ia mendekat hingga membuat Ares merasa ekor mobilnya seolah ditarik. Ares melirik spion dengan cemas. "Jangan macam-macam! Aku tahu trikmu!"

​Namun, ia terlambat. Viyan melakukan gerakan tipuan dengan mengarahkan moncong mobil ke kanan seolah hendak menyalip dari sisi luar. Ares termakan umpan dan refleks memotong jalur ke kanan. Pada sepersekian detik sebelum tikungan, Viyan membalikkan setir dan menusuk ke sisi dalam yang kini terbuka lebar.

​"Sialan!" pekik Ares.

​Keduanya masuk ke tikungan bersamaan. Saat mencoba drift, mobil Ares kehilangan keseimbangan karena terlalu banyak memutar setir. Ban belakangnya selip terlalu jauh. GR Supra melesat keluar tikungan lebih dulu dan mendahului Audi tersebut dengan mulus.

​Drake yang berada di belakang melihat peluang. Karena posisi Ares goyah, jalur Drake menjadi stabil. Tanpa ragu, ia menyalip Audi S3 dari sisi luar. Ares hanya bisa melotot melihat dua mobil yang tadinya di belakang kini menerobos melewatinya begitu saja.

​"Sialan! Kenapa bisa jadi begini!" Ares memukul setir berulang kali dengan gusar.

​Suara mesin lawan makin menjauh. Di depan, Yukti masih memimpin, namun kini ada dua pembalap yang mulai mengejar dengan ritme panas. Viyan yang telah kembali menemukan jati dirinya, dan Drake yang haus kompetisi. Balapan di puncak bukit baru benar-benar dimulai.

​Tiba-tiba, rintik air jatuh dari langit. Awalnya hanya sedikit, namun dalam hitungan detik hujan tipis mulai membasahi kaca dan permukaan jalan. Drake mengerutkan kening. "Hujan? Serius? Jam segini?"

​Padahal ramalan cuaca menyatakan malam akan cerah, namun kenyataan di lapangan berkata lain. Di kejauhan, Narel menatap langit malam dengan wajah datar, sementara Rania dalam hati terus berdoa agar Viyan mampu memenangkan persaingan ini.

*****

Nama pena: Hayyi Ze

Genre: Perkotaan, Aksi, Mafia

Platform: Maxnovel

Editorial:

Kehadiran Hayyi Ze di platform Max Novel membawa perspektif yang tegas dan lugas dalam genre aksi perkotaan. Melalui cuplikan ini, penulis tidak menggunakan bahasa yang berbunga-bunga, melainkan fokus pada akurasi teknis dan detail pergerakan kendaraan yang nyata. Kekuatan utamanya terletak pada deskripsi mekanis yang presisi, mulai dari cara ban belakang Supra mencengkeram aspal hingga perhitungan sudut pada tikungan sembilan puluh derajat, yang membangun atmosfer balapan dengan sangat logis dan terukur.

​Ritme narasi dibangun melalui urutan aksi yang sistematis, menyeimbangkan antara strategi taktis pengemudi dengan respons fisik kendaraan di lintasan. Penulis secara konsisten menggambarkan kontras antara kendali emosi Viyan yang stabil dengan kepanikan Ares yang kehilangan fokus. Penggunaan diksi yang langsung pada sasaran berhasil menangkap intensitas kecepatan tinggi, di mana setiap manuver penyalipan dijelaskan sebagai hasil dari perhitungan posisi dan waktu yang akurat.

​Karakterisasi dalam naskah ini ditampilkan melalui pengambilan keputusan di situasi kritis. Viyan digambarkan sebagai sosok yang memiliki kematangan teknis dan penguasaan medan yang mendalam. Sementara itu, karakter Ares dan Drake berfungsi sebagai penyeimbang dinamis yang menunjukkan perbedaan level kompetensi dan mentalitas dalam kompetisi. Interaksi antar karakter ini tidak hanya didorong oleh dialog, tetapi lebih banyak dipresentasikan melalui pergerakan mobil mereka di jalanan.

​Penulis berhasil menyusun struktur konflik yang berjenjang, dimulai dari upaya penghadangan hingga eksekusi gerakan tipuan yang mengakhiri dominasi lawan. Latar belakang masa lalu Viyan lima tahun lalu diintegrasikan sebagai data pendukung untuk memperkuat alasan di balik kemampuannya menaklukkan tikungan berbahaya. Hal ini memberikan dasar cerita yang kuat bagi pembaca di Max Novel untuk memahami perkembangan karakter utama tanpa perlu penjelasan yang berlebihan.

​Transisi dari aspal kering menuju kondisi jalanan yang mulai basah karena hujan menunjukkan kemampuan penulis dalam mengelola variabel tantangan dalam plot. Penambahan unsur cuaca di akhir adegan berfungsi sebagai pengubah situasi yang memaksa karakter untuk beradaptasi dengan kondisi teknis yang baru. Pilihan kata yang digunakan sangat efektif dan efisien, memastikan setiap paragraf berkontribusi langsung pada progres cerita tanpa ada narasi yang terbuang sia-sia.

​Secara keseluruhan, karya ini menyajikan narasi aksi yang padat dan berorientasi pada detail lapangan. Hayyi Ze menunjukkan bahwa kekuatan cerita aksi terletak pada kejelasan alur dan ketegangan yang dibangun dari logika situasi. Novel ini menjadi bacaan yang sangat cocok bagi pengguna Max Novel yang menyukai tema otomotif dan aksi perkotaan yang maskulin, menjanjikan sebuah seri yang penuh dengan strategi mengemudi dan persaingan yang kompetitif.

by Sweet Moon



23 Komentar

Ulasan buku

  1. Deskripsi hujan yang turun perlahan lalu merata sudah cukup efektif membangun suasana tegang. Namun, atmosfer balapan akan terasa lebih hidup jika ditambahkan detail sensorik lain, seperti suara ban di aspal basah, pantulan lampu di jalan, atau aroma tanah setelah hujan. Yg jelas novel ini sangat menarik dan enak dibaca--rawit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kakak sudah mampir, makasih jg utk sarannya

      Hapus
  2. Drake, Narel, dan Rania sudah diperkenalkan dengan respons yang berbeda, tetapi kepribadian mereka belum terlalu menonjol. Penulis bisa menambahkan sedikit reaksi emosional atau kebiasaan khas tiap tokoh agar pembaca lebih mudah membedakan dan mengingat mereka.--ima

    BalasHapus
    Balasan
    1. siap kakak. utk pengenalan karakter akan di perkenalkan secara bertahap di bab selanjutnya

      Hapus
  3. Perpindahan dari deskripsi hujan ke reaksi para tokoh terasa agak cepat. Akan lebih baik jika ada satu atau dua kalimat penghubung yang memperjelas situasi balapan saat hujan mulai turun, sehingga alurnya terasa lebih mengalir--Aimee

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih kakak sudah mampir dan memberikan sarannya

      Hapus
  4. Keren sih, alurnya, tapi lebih baik di tonjolkan karakternya lebih baik lagi. Supaya pembaca lebih bisa mendalami tokohnya. - Jennnie

    BalasHapus
  5. Hmm suka sih walo asing dengan istilah dunia balap,tapi dari detil ini tampak sekali author sangat menguasai hal-hal yang berhubungan dengannya. Fresh, gaya baru memikat dan pasti menarik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kak.. hehe.. saya seneng banget nonton Initial D, salah satu inspirasi tulisan saya.

      Hapus
  6. Jadi berasa muda lagi baca Novel ini..
    Sangat menarik dan bikin penasaran untuk tahu kelanjutannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. tentu masih dengan semangat muda yang membaraaaa~

      Hapus
  7. Sebuah karya yang wajib dibaca bagi penggemar genre otomotif dan aksi. psikologis antar pembalap (Viyan, Drake, dan Ares) tergambar lewat gaya mengemudi mereka, membuat balapan ini bukan sekadar adu mesin, melainkan adu mental.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. bener banget kak.. terimakasih sudah baca

      Hapus
  8. Keren kak..buat pembaca yang gemar otomotif dan bermental petualang wajib baca buku ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahiyaaa doonngg.. ayo mampir dan baca cerita lengkapnya yaa

      Hapus
  9. Sangat menarik kakk ceritanya, alurnya, suasanannya dapet banget kalo memicu adrenalin kayak gitu, bikin olah raga jantung. . . Kerenn pokoknya author kita satu ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe... makasih yaa kak sudah mampir dan baca

      Hapus
  10. Tukang servis guling18 Februari 2026 pukul 16.05

    Balapan yang seru dan penuh strategi! Trik Viyan yang cerdik untuk mendahului Ares sangat mengena, ditambah dengan kemunculan Drake sebagai pesaing baru yang membuat ketegangan semakin tinggi. Datangnya hujan tak terduga jadi tambahan tantangan yang bikin penasaran siapa yang akan unggul! Otw ke max nih... hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo otw dan baca cerita selengkapnya yaaa

      Hapus
  11. Kereennn... Kapan waktu itu aku pernah liat buku ini nangkring di beranda max. Ceritanya bagus. 🥰

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi waduh senangnyaaa.. terimakasih sudah mampir. dukung Viyan dan kawan-kawan terus yaaa

      Hapus
  12. Seru banget! Kak hayyi, Deskripsi aksi balapannya detail banget, sensasi tegang pas Viyan nutup jalan Drake bener-bener berasa. Apalagi pas disebut tikungan tajam tempat Ares hampir jatuh, makin bikin deg-degan. Keren banget penulisannya!

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama