Bab 1: Omar dan Dunianya!
Tok … Tok … Tok!
“Den Omar, bangun! Sudah siang, Den.”
Suara teriakan dari luar membangunkan penghuni kamar itu.
“Hmmm.”
Pagi menyongsong dengan sinarnya yang perlahan memasuki ruangan melalui celah gorden jendela kamar seorang pria matang berwajah kearaban. Jajaran piala dan piagam tertata rapi di atas rak lebar bertingkat di dalam kamar tersebut. Dalam piagam itu tertulis nama Omar Assegaff yang menjadi juara beberapa pertandingan balap reli yang diikuti olehnya.
Omar, pria yang kini berusia 26 tahun tersebut sukses menjadi pembalap reli yang diakui di dalam dunia balap baik dalam negeri maupun luar negeri. Sosoknya selalu bisa membanggakan keluarga dengan bermacam prestasi. Omar juga sudah mulai merambah sebagai duta merek sebuah jenama otomotif yang menjadikan namanya kini lebih besar dibandingkan Svarga, ayahnya.
Siapa yang tidak mengenal Svarga? Pria keturunan Arab yang sejak muda sudah berkecimpung di dunia hiburan. Sosoknya yang tampan, mahir berakting, jago menyanyi, dan setia dengan pasangan hidupnya di dunia nyata, membuatnya selalu menjadi panutan di industri tersebut.
Kesuksesan Omar berbanding terbalik dengan kisah cintanya yang sudah beberapa tahun berlalu; gadis yang dicintainya itu pergi entah ke mana. Perempuan itu menghilang secara misterius beberapa tahun silam. Seberapa jauh Omar mencari, bahkan saat bertanding ke luar negeri pun, dia pasti akan meminta beberapa hari tinggal kepada promotor agar dimanfaatkan untuk mencari keberadaan gadis tersebut.
Omar mendesah sambil meregangkan tubuhnya. Dia menatap foto dirinya dan Leah saat keduanya masih dekat dulu. Omar tersenyum menatap wajah Leah yang cemberut karena terpaksa berfoto dengannya. Ah, si jutek itu, dan dia sangat mencintainya sampai detik ini.
"Selamat pagi, wanitaku," ucap Omar sambil mengecup kaca bingkai yang melindungi foto tersebut.
Omar pun masih menutup hatinya dari cinta yang lain sampai batas waktu yang tidak akan bisa ditentukan. Hati dan cintanya sudah dibawa lari oleh gadis bernama Leah, Leah Adeline.
Setelah bermalas-malasan sambil menikmati wajah Leah, Omar segera beranjak dari tempat tidurnya yang nyaman itu. Jadwal hari ini sangat padat dari pagi hingga malam. Omar mengecek ponselnya dan mendapati manajernya sudah melakukan panggilan berkali-kali.
"Cih, malas sekali dengan perempuan ini. Kalau bisa diganti, sudah kuganti manajerku dari awal," gerutu Omar. Entah kenapa dari dulu dia sangat tidak menyukai manajernya itu. Ada sesuatu yang mengganjal perasaannya selama bekerja dengan sang manajer. Apa gerangan? Omar belum menemukan jawabannya.
Hari ini Omar ada pemotretan untuk jenama yang dipercayakan padanya. Omar yang terbiasa dengan dunia permodelan sudah tidak diragukan lagi bakatnya yang turun dari sang ayah. Omar segera menuju lokasi. Dia pun segera menyelesaikan kewajibannya dan ingin segera pergi jauh-jauh dari tempat itu.
Selesai pemotretan, Omar memilih mengunjungi Jharna dan Sabian, anak dari kakak perempuannya yang bernama Yara Arsyla. Dia ingin membangun suasana hati dengan bermain bersama dua keponakannya itu sebelum nanti malam harus mengikuti jamuan makan malam formal.
Malam menjelang.
Kini Omar sedang menghadiri jamuan makan malam dengan salah satu sponsor tim relinya. Sebuah perusahaan tambang yang berada di timur Kalimantan. Kebetulan kantor pusat perusahaan itu berada di Jakarta dan saat ini sedang merayakan ulang tahun perusahaan.
Omar memilih duduk di pojokan sambil menatap tajam seseorang yang terlihat tidak asing tetapi dia tidak tahu siapa. Wajah orang itu mengingatkannya pada Leah, tetapi Omar yakin kalau itu bukan Leah miliknya. Bisa saja manusia saling mirip satu sama lain meskipun tidak saling mengenal atau memiliki ikatan darah, atau disebut juga dengan doppelganger.
Acara yang dimulai sejak tadi membuat Omar sangat bosan. Dia pun berinisiatif untuk pulang saja. Akan tetapi, saat akan berbalik, ada yang memanggil namanya.
"Omar!"
Omar mengernyitkan dahi melihat gadis yang dilihatnya tadi mendekatinya. Semakin dekat, wajahnya semakin jelas dan memang sekilas mirip Leah. Hanya saja, bola mata mereka berbeda. Mata yang dilihatnya ini bukanlah milik Leah.
"Siapa?" tanya Omar datar.
Gadis itu tersenyum manis. Dia juga bertingkah sok genit di hadapan Omar.
"Kenalkan, namaku Liya. Aku penggemarmu sejak awal debut menjadi pembalap reli. Aku anak pemilik acara ini." Gadis itu mengulurkan tangannya seakan berharap Omar mau menyambutnya.
Akan tetapi, senyum manis gadis itu sirna. Omar hanya menundukkan kepala dengan sopan. Senyumnya tetap tidak ada.
"Terima kasih atas dukungannya. Tapi aku harus segera pulang. Kekasihku menunggu." Selalu itu alasan yang diberikan Omar jika ada yang sengaja genit padanya. Dia tidak peduli dengan rumor.
Omar segera pergi meninggalkan Liya tanpa menoleh sedikit pun pada gadis itu. Dia tidak peduli dengan anggapan perempuan itu terhadapnya. Liya memasang wajah sewot dengan tangan mengepal ke arah punggung Omar yang semakin menjauh.
"Dih, sombong sekali. Awas kau ya! Menyesal nanti," umpatnya. Lalu, Liya baru menyadari sesuatu, "Eh, dia bilang tadi kekasihnya menunggu. Aha! Lapor ke nyai ah kalau dia sudah punya pacar. Mampus kau, Mar!" sambungnya.
Liya terlihat senang menyumpahi Omar. Omar sendiri tidak langsung pulang. Dia memilih membelokkan mobilnya ke sebuah jalan; tempatnya dulu pernah mengikuti balapan liar sebelum menjadi pembalap resmi. Dia merindukan masa lalunya.
Omar mengenakan topinya dan keluar dari mobil. Dia menyandarkan tubuh di badan mobil sambil melihat dua mobil baru saja memulai balapan. Omar jadi tertarik untuk ikut serta. Akan tetapi, sebelum mengajukan diri, sang manajer sudah menghubunginya. Hal itu membuat Omar harus kembali masuk ke dalam kendaraan miliknya.
"Apa lagi?" ketus Omar.
"Kamu balik duluan tadi? Kok belum sampai rumah?" tanya Helga dari seberang telepon.
"Ya suka-suka akulah. Siapa kamu? Kamu itu cuma manajerku, bukan istriku," sentak Omar pada Helga Winarta, manajer yang selalu posesif padanya.
Tanpa memedulikan reaksi Helga, Omar mematikan ponselnya. Sampai kapan dia harus berurusan dengan perempuan itu?
Di sisi lain.
Tampak wanita berambut cepak duduk di bangku taman rumah yang sudah ditempatinya hampir dua tahun ini sambil memandangi rembulan penuh di langit. Tubuhnya seakan menarik energi yang dipancarkan dari bulan purnama malam ini.
"Haruskah aku kembali ke sana?" gumam wanita tersebut.
Tangannya masih memegang ponsel yang menampilkan sebuah foto seorang pria yang selama ini membuatnya jatuh. Bukan jatuh dalam makna sebenarnya, melainkan jatuh dalam cinta dan jatuh dalam nestapa.
Benci tapi cinta. Kadang iba, kadang kesal. Entah dirinya mau apa dan bagaimana dalam menghadapi perasaannya sendiri. Dia pun bingung dengan dirinya sendiri. Peristiwa beberapa tahun silam selalu diingatnya. Jiwa yang labil membuatnya goyah dan pergi menghilang tanpa mau meninggalkan jejak untuk pria itu.
Apakah dia akan siap nantinya jika harus kembali bertemu pria itu? Bagaimana jika pria itu membencinya?
Judul: R (e)Ally Love Leah
Penulis: Kujomonku
Genre: Aksi, Romansa, Urban
Platform: Novel Laris
Editorial:
Novel ini menghadirkan sebuah awal yang sangat menarik tentang kehidupan seorang pembalap reli sukses bernama Omar. Penulis berhasil menggambarkan kontras antara gemerlap prestasi di lintasan balap dengan kekosongan hati seorang pria yang gagal melupakan cinta masa lalunya. Suasana emosional yang dibangun membuat pembaca langsung bersimpati pada sosok Omar yang tampak tangguh di luar namun sangat rapuh dalam hal asmara.
Karya berjudul "R (e)Ally Love Leah" ini ditulis oleh Kujomonku. Penulis yang aktif di platform Novel Laris ini menunjukkan kemampuannya dalam mengolah genre Aksi, Romansa, dan Urban. Gaya berceritanya yang mengalir dan penggunaan latar belakang dunia otomotif memberikan warna yang berbeda dibandingkan cerita romansa pada umumnya, menciptakan kesan yang modern dan maskulin namun tetap manis.
Keunggulan utama novel ini terletak pada pembangunan karakternya yang sangat manusiawi. Omar digambarkan sebagai sosok yang setia dan berprinsip, terutama dalam caranya menolak godaan dari lingkungan sekitarnya demi menjaga satu nama di hatinya. Kehadiran tokoh-tokoh pendukung, seperti keponakan yang lucu hingga manajer yang menyebalkan, memberikan dinamika cerita yang sangat menghibur dan tidak membosankan.
Mengenai kekurangan, bagian awal cerita mungkin terasa sedikit lambat karena banyak berfokus pada keseharian dan kenangan masa lalu tokoh utama. Namun, hal ini bisa dieksekusi dengan sangat baik lewat kelebihan penulis dalam menciptakan misteri melalui sudut pandang tokoh wanita di akhir cerita. Munculnya sosok wanita misterius yang bimbang untuk kembali menciptakan rasa penasaran yang besar, sehingga alur yang awalnya pelan berubah menjadi penuh teka-teki.
Ketegangan antara dunia balap yang penuh aksi dengan konflik batin tentang cinta yang hilang menjadi daya tarik tersendiri. Penulis sangat cerdik menyisipkan kemungkinan-kemungkinan pertemuan yang tidak terduga, membuat pembaca ingin terus membalik halaman. Setiap detail, mulai dari suasana balap liar hingga jamuan makan malam mewah, digambarkan dengan sangat pas untuk mendukung perkembangan emosi para tokohnya.
Saya sangat merekomendasikan novel ini bagi kamu yang menyukai kisah cinta yang penuh perjuangan dan kesetiaan. Jika kamu mencari cerita romansa yang dibalut dengan dunia aksi yang keren dan karakter pria yang setia sampai mati, karya Kujomonku ini adalah bacaan yang sangat tepat. Segera ikuti perjalanan Omar untuk menemukan kembali cintanya yang hilang di tengah deru mesin dan debu lintasan reli!
By: Rahmat Ry
