Puncak System Semesta - Hendri 207

Puncak System Semesta - Hendri 207


0

Bab 9 Lonjakan Level 3

Matahari pagi baru saja mengintip dari balik perbukitan, namun Baskara sudah berdiri di tepi jalan batu dengan napas yang berembun teratur. Tiga minggu terakhir, rutinitas paginya berubah total. Tidak ada lagi sesi bergulung di dalam selimut kapuk sampai siang.

Baskara menunduk, menatap sepasang kaki gempalnya yang kini tampak jauh lebih tegap dibalut celana kolor bola. Langkah pertamanya dimulai dengan lari santai membelah kabut desa sejauh satu kilometer. Begitu kembali ke halaman rumah, ia langsung mengambil posisi telungkup di atas tanah kering.

Satu... dua... lima puluh... seratus.

Telapak tangannya yang dulu empuk kini mulai terasa mengeras, menahan beban tubuhnya yang perlahan memadat tanpa jeda. Sesi push-up yang di awal minggu pertama membuatnya megap-megap di angka lima puluh, kini bisa ia lahap hingga seratus kali dengan ritme konstan. Belum lagi tambahan menu squat jump dan sit-up yang menguras sisa keringatnya hingga kaos oblongnya basah kuyup.

Menariknya, Sistem Semesta v1.0 ini sangat adaptif dengan lingkungan pedesaan tahun 1993. Begitu Baskara melangkah ke sawah untuk membantu bapaknya, layar biru di sudut matanya langsung berkedip genit, mengubah aktivitas bertani menjadi ladang misi kebugaran:

[Misi Harian Lokalisasi: Bajak Sawah Tanpa Sapi]

[Misi Harian: Angkut Karung Gabah 50 Kg ke Gudang Tengkulak]

Baskara melakoni semuanya dengan patuh tanpa banyak protes. Alasan pertamanya tentu saja karena bayang-bayang trauma akibat penalti "Pesona Biduan Kampung" tiga minggu lalu masih sukses membuatnya merinding ngeri setiap kali mengingat dua aset besar yang sempat menempel di dadanya. Namun, alasan yang jauh lebih membakar semangatnya adalah efek instan yang ia saksikan sendiri sejak hari pertama latihan.

Setiap kali peluh terakhirnya menetes ke tanah setelah merampungkan misi, sebuah suara denting koin yang jernih selalu bergema di dalam kepalanya, disusul teks digital yang melayang indah:

[Dung! Misi Kebugaran Selesai. Pengguna berhasil melakukan konversi lemak jenuh!]

[Statistik Diperbarui: Kekuatan +1, Kecepatan +1, Stamina +1]

Sensasi yang dirasakan tubuhnya bukan sekadar angka di atas layar. Tepat setelah notifikasi itu muncul, Baskara bisa merasakan aliran hangat seperti sengatan listrik lembut mengalir di sepanjang serat ototnya. Lemak di perut buncitnya seolah diperas paksa oleh tangan tak kasat mata, menyusut seketika dan berubah menjadi jaringan otot baru yang padat hanya dalam hitungan detik setelah latihan selesai.

Baskara bangkit berdiri, meregangkan kedua tangannya lebar-lebar di bawah kehangatan sinar matahari pagi. Ia menyunggingkan senyum lebar penuh kemenangan. Tubuh gempal mirip tukang bakso yang tiga minggu lalu ia ratapi di depan cermin, kini mulai memahat siluet baru yang jauh lebih kokoh, tegap, dan siap menerjang tantangan bisnis apa pun yang akan ia bangun di kota.

------------------------------

Suara denting gayung plastik menghantam permukaan air di dalam bak mandi batako bergema berirama. Baskara mengguyurkan air sumur yang dingin segar ke atas bahunya. Aliran air itu meluncur mulus, membasahi dada bidang dan lekuk perutnya yang kini sudah jauh lebih rata dan padat.

Sambil mengusap sisa air di wajahnya, Baskara mengedipkan mata, memanggil lembaran neon biru dari antarmuka Sistem Semesta v1.0 yang mengambang di atas uap air kamar mandi:

* Kecerdasan: 60

* Kekuatan: 50

* Kecepatan: 45

* Ketahanan: 45

* Stamina: 45

* Insting: 70

* Keberuntungan (Luck): 0

Baskara mendengus geli, menatap angka bulat telur di baris paling bawah. "Keberuntungan nol besar," gumamnya dalam hati sembari menyandarkan punggung kokohnya ke dinding batako. "Sepertinya belum saatnya berinvestasi di poin ini. Nanti saja kalau kakiku sudah benar-benar nyemplung di dunia bisnis, bonus luck pasti sangat terasa untuk mempermudah urusan."

Ia menggeser bola matanya ke sudut kanan atas, melirik saldo [Poin Semesta: 1.200]. Angka seribuan itu adalah hasil keringatnya selama tiga minggu penuh. Ia rajin melahap misi harian kebugaran dan sengaja keluyuran ke sudut-sudut desa untuk memancing kemunculan misi darurat. Angka yang pas untuk menebus Skill Prediksi Masa Depan yang sejak lama ia incar.

Namun, baru saja jemari imajinernya hendak mengetuk tab Skill Shop, digit angka 1.200 di layar tersebut mendadak berputar cepat seperti mesin hitung bank yang malfungsi. Teks digitalnya berkedip konstan, melesat drastis melewati angka dua ribu, tiga ribu, hingga berhenti dengan dentingan nyaring di angka 5.000 Poin Semesta.

Wusss!

Sebuah kembang api digital berwarna merah marun dan emas meledak meriah di langit-langit kamar mandi yang pengap, disusul sebaris teks tebal berukuran besar:

[Dung! Selamat! Anda Telah Mengubah Garis Masa Depan Secara Signifikan! 🌌]

[Bonus Pencapaian Tersembunyi Dikirimkan: +3.800 Poin Semesta!]

[Level Pengguna Naik: Level 3! 🆙🔥]

Seketika, seluruh deretan teks statistik dasar dan keahlian di layar monitor birunya ikut berguncang hebat. Angka-angkanya berkedip hijau, merangkak naik secara otomatis memberikan pasokan kekuatan baru yang masif ke dalam tubuh kekarnya:

[Semua Statistik Dasar Mengalami Peningkatan Instan!]

[Keahlian Diperbarui: Skill Pencari Jejak Naik ke Level 2!]

[Keahlian Diperbarui: Skill Insting Detektif Naik ke Level 2!]

Baskara yang sedang memegang gayung langsung membeku. Air yang hendak diguyurkan ke kepala akhirnya tumpah berantakan ke lantai semen. Bersamaan dengan pengumuman naik level tersebut, rasa hangat yang teramat nyaman mendadak mengalir dari sumsum tulang belakangnya, menyebar ke saraf mata, hingga membuat otaknya terasa jauh lebih encer dan jernih dari beberapa detik lalu.

Ia mengernyitkan dahi, menatap tulisan "Mengubah Masa Depan" dengan sejuta tanya di kepalanya yang kini memiliki rahang (jawline) tegas.

"Apa yang sebenarnya sudah aku lakukan?" batin Baskara kebingungan.

Pikirannya langsung berputar mundur. Jika perubahan masa depan yang dimaksud sistem adalah keputusannya untuk membatalkan pernikahan dengan Siska, seharusnya bonus poin masif dan lonjakan level ini sudah cair sejak hari pertama di tengah sawah tiga minggu lalu. Sistem Semesta bukanlah entitas yang hobi menunda pembayaran hadiah.

"Tapi kenapa notifikasinya baru meledak sekarang?"

Baskara mengetuk-ngetuk dagunya yang basah. Pasti ada rentetan kejadian berantai di luar sana yang baru saja terjadi hari ini—sebuah efek domino yang dipicu oleh keputusannya tiga minggu lalu, yang akhirnya secara mutlak menghancurkan atau mengalihkan takdir kelamnya di masa depan.

Terlebih dari itu, Baskara tidak bisa menyembunyikan binar cerah di kedua matanya. Ia kembali menyunggingkan senyum lebar paling ceria di sepanjang minggu ini. Sungguh sebuah berkah yang luar biasa; sedang asyik mandi dan mengguyur badan, poin semestanya bertambah tak terduga, bahkan level dan seluruh kemampuannya meroket tajam dalam sekejap mata.

Baskara menyeka sisa air di lengannya, lalu kembali memusatkan perhatian pada lembaran hologram biru yang mengambang aman di atas bak mandi. Jemari imajinernya langsung meluncur, mengetuk tab Skill Shop yang kini sudah menyala terang karena saldonya meluber di angka lima ribu.

Tanpa ragu sedikit pun, ia mengetuk ikon berlambang jam pasir kuno yang melayang genit.

* [Pembelian Berhasil: Skill Prediksi Masa Depan (Level 1) Telah Aktif!]

* [Pembelian Berhasil: Skill Pembaca Pikiran (Level 1) Telah Aktif!]

* Dung! Sisa Poin Semesta Anda: 2.800 Poin.

Melihat sisa poinnya yang masih gemuk, Baskara justru menepuk jidatnya sendiri. Ia mendengus geli dengan gurat sesal yang menghiasi wajah berahang tegasnya. "Sialan. Seharusnya tadi aku borong dua skill ini satu detik sebelum sistem mengumumkan naik level. Kalau belinya duluan, sekarang kemampuan mengintip masa depanku ini pasti sudah ikut berevolusi ke Level 2 secara gratis," ralatnya sambil terkekeh santai, merutuki kalkulasi bisnisnya yang sedikit meleset akibat euforia mandi sore.

Baskara segera melilitkan handuk kusamnya ke pinggang, membiarkan dadanya yang kini tegap dan bidang terekspos udara malam yang mulai mendingin. Rasa penasaran yang membuncah membuatnya tidak sabar untuk menguji mainan supernatural barunya.

"Baiklah... mari kita coba lihat ada kejutan apa tiga detik ke depan," gumam Baskara dalam hati, fokus retinanya mengunci satu titik kosong di dinding batako kamar mandi.

"Sistem, aktifkan Skill: Prediksi Masa Depan 3 Detik!"

Wusss!

Dunia di sekeliling Baskara mendadak melambat ekstrem. Suara tetesan sisa air dari gayung terdengar seperti ketukan palu yang lambat di udara. Detik berikutnya, pandangan mata Baskara menembus dinding batako, menembus ruang tengah rumahnya, hingga menampilkan sebuah proyeksi visual transparan yang sangat jernih tepat di depan pintu kayu teras luar.

Di sana, dalam kilasan masa depan tiga detik ke depan, Siska dan Bu Lastri tampak sedang berdiri tegak. Berbeda dari wajah tertekan mereka di tengah sawah tiga minggu lalu, kali ini dagu mereka terangkat tinggi dengan raut pongah yang luar biasa. Siska menyilangkan tangan di dada sambil tersenyum sinis, sedangkan Bu Lastri mengenakan cincin emas barunya di jari tengah. Tangan Bu Lastri yang penuh perhiasan terangkat, mengetuk pintu rumah Pak Basuki dengan ketukan yang mantap dan angkuh.

Proyeksi visual itu buyar dalam sekejap, mengembalikan kesadaran Baskara ke dalam ruang kamar mandi yang pengap.

Satu... dua... tiga.

Tok! Tok! Tok!

Suara ketukan pintu kayu yang terdengar samar dari arah teras depan bergema nyaring, persis seperti rekaman video yang baru saja Baskara tonton di dalam kepalanya.

Baskara melongo sejenak di samping bak mandi, lalu senyum lebar penuh kemenangan kembali terukir di wajah gempal tegapnya. "Gila... sistem ini benar-benar tidak main-main. Aku bisa melihat masa depan!" batinnya girang.

Ia langsung paham mengapa sistem mendeteksi perubahan masa depan yang signifikan hingga menaikkan levelnya hari ini. Kedatangan Siska dan Bu Lastri dengan wajah sombong itu mengindikasikan satu hal: pria kota yang menghamili Siska di kehidupan lalu entah bagaimana akhirnya datang bertanggung jawab hari ini, membebaskan takdir Baskara sepenuhnya dari peran sebagai 'bapak pengganti'.

Baskara menyeringai licik. Ini akan menjadi pertunjukan komedi yang sangat menghibur untuk dinikmati.

*****

Nama pena: Author B Ajah/ Hendri 207

Genre: Urban, Fantasy

Platform: Novea

Editorial:

Buku karya Hendri 207 berhasil menghadirkan perkembangan karakter yang terasa jelas dan memuaskan. Baskara yang awalnya dikenal malas mulai berubah menjadi pribadi yang disiplin dan pekerja keras. Perubahan itu tidak terjadi secara instan, melainkan melalui latihan rutin dan perjuangan yang cukup berat. Hal ini membuat pembaca lebih mudah ikut merasakan perkembangan Baskara dari waktu ke waktu.

Konsep Sistem Semesta v1.0 menjadi daya tarik utama dalam cerita ini. Penulis berhasil memadukan unsur game dengan kehidupan desa tahun 1993 secara unik dan menarik. Aktivitas sederhana seperti membajak sawah dan mengangkat karung gabah terasa lebih seru karena dijadikan misi harian. Ide seperti ini membuat cerita terasa segar dan tidak monoton. Pembaca juga bisa membayangkan bagaimana sistem tersebut benar-benar menyatu dengan kehidupan Baskara.

Cara Hendri 207 menggambarkan perubahan fisik Baskara juga cukup detail. Latihan yang dijalani Baskara terasa nyata dan masuk akal. Dari tubuh gempal hingga mulai memiliki badan yang lebih tegap, semua dijelaskan dengan runtut. Sensasi peningkatan statistik setelah latihan juga membuat unsur fantasi dalam cerita terasa lebih hidup dan menyenangkan untuk dibaca.

Selain unsur aksi dan fantasi, cerita ini memiliki sisi komedi yang cukup menghibur. Baskara sering memberikan reaksi lucu terhadap sistem yang kadang terasa absurd. Trauma akibat penalti “Pesona Biduan Kampung” juga masih diselipkan sebagai humor ringan yang membuat cerita tidak terlalu serius. Gaya bercanda seperti ini membuat pembaca tetap nyaman menikmati alur tanpa merasa tegang terus-menerus.

Bagian paling menarik adalah saat Baskara tiba-tiba mendapatkan bonus poin besar dan naik ke Level 3. Adegan di kamar mandi yang awalnya biasa saja berubah menjadi momen penting dalam cerita. Penjelasan tentang perubahan masa depan membuat rasa penasaran pembaca semakin besar. Sistem yang mendadak memberikan hadiah besar juga menjadi tanda bahwa keputusan Baskara di masa lalu mulai membawa dampak besar.

Skill baru yang didapat Baskara membuat cerita semakin menarik. Kemampuan melihat masa depan selama tiga detik menjadi penutup yang sangat seru. Saat Baskara melihat kedatangan Siska dan Bu Lastri sebelum kejadian itu benar-benar terjadi, pembaca langsung merasakan ketegangan sekaligus rasa kagum terhadap kemampuan barunya. Adegan itu juga menjadi tanda bahwa konflik lama Baskara belum benar-benar selesai.

Secara keseluruhan, buku karya Hendri 207 sangat menarik untuk diikuti. Ceritanya ringan, mudah dipahami, tetapi tetap memiliki konflik dan perkembangan yang membuat penasaran. Perpaduan antara komedi, sistem level, dan kehidupan desa terasa seimbang. Buku ini sukses membuat pembaca ingin segera melanjutkan ke bab berikutnya untuk melihat bagaimana Baskara menggunakan kemampuan barunya di masa depan.

by Hayyi Ze





Posting Komentar

Ulasan buku

Lebih baru Lebih lama