Bab 1. Siulan Di Belakang Rumah
Pagi di Desa Sumbermakmur selalu dimulai dengan suara ayam, angin yang semilir dari sawah, dan teriakan Sutilah.
“MASSSSURI! BANGUN! AYAMNYA UDAH NGEJEK KAMU TUH!”
Dari dalam kamar, Samsuri hanya mengerang pelan.
“Bentar, Til… ayam itu iri sama ketampananku…”
BRAK!
Suara pintu kamar dibuka paksa terdengar memekakkan telinga.
Sutilah sudah berdiri dengan tangan di pinggang, rambut diikat asal, dan wajah yang jelas tidak punya niat damai.
“Kalau tampan tapi malas, itu bukan anugerah. Itu musibah.”
Samsuri akhirnya bangun dengan malas, sambil mengusap wajahnya.
“Pagi-pagi udah ceramah…”
“Daripada kamu pagi-pagi udah jadi bahan omongan janda-janda sebelah.”
Pria itu langsung duduk tegak dengan wajah berbinar cerah.
“HAH? Mereka ngomongin apa lagi?!”
“Katanya kamu kalau mandi lama, pasti lagi latihan senyum di ember,” kata Sutilah sambil nyengir.
“…itu fitnah.”
“Fitnah yang sangat konsisten.”
Tak lama kemudian, Samsuri sudah berada di halaman rumah sedang mengangkat dua karung padi sekaligus dengan satu tangan.
Seorang tetangga yang lewat sampai melongo dan berhenti.
“Leh… Sur… itu berat loh…”
Pemuda itu segera tersadar dan langsung pura-pura goyah.
“Eh? Oh iya ya? Berat juga ternyata… hehe…”
Karung itu langsung ia turunkan dengan dramatis, seolah baru sadar beratnya.
Tetangganya pun mengangguk, meski jelas wajahnya terlihat ragu.
Dari kejauhan, Sutilah hanya geleng-geleng.
“Kalau akting, tolong jangan terlalu lebay…”
...
Menjelang siang, suasana desa mulai ramai. Dan seperti biasa… Dek Lela muncul dengan suara khasnya yang sember dan centil.
“MAS SAMSURIIIII!”
Suara itu menggema hingga perasaan bisa terdengar oleh satu RT.
Samsuri yang sedang menyapu langsung terdiam kaku.
“Til, tolong bilang aku nggak ada…”
"Tal Til Tal Til! Manggil nama tuh yang bener, biar asumsi orang yang denger nggak nyimpang," gerutu Sutilah.
"Lah kan nama kamu Sutilah? Til panggilan pendek. Bagian mana yang salah, Til?"
"Kan bisa panggil Suti atau Ilah, Mas!" protes Sutilah dengan bibir manyun.
"Enakan Til, singkat padat dan jelas. Udah sana, bilang kalau aku lagi nggak ada."
“Mas Suri lagi nyapu di sini, Dek!” teriak Sutilah dengan santai.
“Dasar pengkhianat…” ucap Samsuri dengan mata melotot.
Dek Lela datang dengan langkah percaya diri, memakai baju cerah, rambut rapi, dan senyum yang terlalu berniat memikat.
“Mas Sam, aku bawain kamu makanan..." kata Dek Lela sambil mengangkat rantang yang dia bawa.
Samsuri langsung salah tingkah. Dan Sutilah menikmati itu dengan senyum puas.
“Wah… nggak usah repot-repot, Dek…”
“Repot itu kalau kamu nolak aku terus," kata Dek Lela manja.
'Waduh.. kena lagi nih aku.. " celetuk Sutilah pelan sambil kabur dari sana.
...
Sore hari, semuanya terlihat normal seperti biasa. Sampai menjelang magrib, tiba-tiba angin mulai berubah. Suara burung pun perlahan menghilang.
Dan saat itulah, Samsuri yang sedang mencuci kaki di belakang rumah, mendengar sesuatu. Suara siulan.
Suittttttt..
Pria itu berhenti dan perlahan menoleh ke arah kebun belakang. Sepi. Tidak ada apa-apa di sana.
“Ah hanya perasaanku saja…” gumamnya sambil kembali membasuh kakinya.
Suittttt..
Kali ini suara siulan itu lebih jelas. Seperti sengaja untuk memanggil dirinya.
Samsuri berdiri perlahan dengan mata menyipit.
“Siapa disana!?”
Tak ada jawaban. Hanya daun-daun yang bergerak pelan, dan udara yang tiba-tiba terasa dingin.
Lalu..
Suittt Suiittt Suittttt..
Tiga kali siulan, dan Samsuri langsung diam. Wajahnya berubah, bukan takut tapi serius.
Dari dalam rumah, suara Sutilah terdengar teriak keras.
“MAS! JANGAN JAWAB KALAU DIPANGGIL MALAM-MALAM!”
Samsuri menelan ludah, lalu pelan-pelan melangkah mundur.
Tapi sebelum ia masuk, di balik pohon pisang dirinya melihat sesuatu yang bergerak, dan seperti ada yang tersenyum.
Sementara di kejauhan, tanpa Samsuri sadar, Dek Lela berdiri di jalan kecil sambil menatap ke arah rumah itu.
“Mas Suri… tadi kamu di panggil siapa?" gumam Dek Lela sambil tersenyum kecil.
Nah lo.. siapa yang sudah memanggil Samsuri yaaaa ???
...
Judul: SAMSURI DAN DEK LELA
Penulis: Vhin Ananta
Genre: Fantasi, Horor, Komedi, Romansa
Platform: Novel Laris
Editorial:
Novel ini menyuguhkan sebuah awal cerita yang sangat unik dengan memadukan kehangatan komedi pedesaan dan kengerian mistis yang mendadak mencekam. Penulis berhasil membangun suasana Desa Sumbermakmur yang awalnya terasa sangat jenaka, penuh candaan hangat, lalu berubah drastis menjadi penuh teka-teki saat malam mulai menjelang. Perubahan atmosfer dari terangnya canda tawa di siang hari menuju dinginnya siulan misterius di kebun pisang membuat pembaca ikut merasakan ketegangan yang mendebarkan.
Karya berjudul "SAMSURI DAN DEK LELA" ini merupakan buah pena dari Vhin Ananta. Sebagai salah satu penulis yang kreatif di platform Novel Laris, ia menunjukkan keberaniannya dalam meramu perpaduan genre yang sangat kontras, yaitu Fantasi, Horor, Komedi, dan Romansa. Gaya penulisannya yang santai dengan dialog-dialog khas kehidupan kampung yang ceplas-ceplos mampu menghadirkan kedekatan emosional sekaligus rasa penasaran yang besar bagi para pembaca.
Keunggulan utama novel ini terletak pada kemampuannya menjaga keseimbangan antara komedi dan horor yang tidak saling tumpang tindih. Karakter Samsuri yang jenaka tapi ternyata menyimpan kekuatan fisik tidak biasa digambarkan dengan sangat menarik melalui interaksi sehari-hari bersama Sutilah dan Dek Lela. Selain itu, cara penulis membangun ketegangan lewat suara siulan yang bertahap di belakang rumah terasa sangat efektif memberikan efek merinding secara perlahan.
Mengenai kekurangan, banyaknya unsur yang langsung dimasukkan di awal cerita, mulai dari romansa segitiga, kekuatan tersembunyi Samsuri, hingga teror gaib, mungkin akan membuat sebagian pembaca merasa fokus ceritanya sedikit terbagi. Namun, kekurangan penumpukan unsur ini berhasil dieksekusi dengan sangat baik lewat kelebihan penulis dalam merajit dialog batin dan interaksi antartokoh yang cair. Humor yang segar serta senyum mencurigakan Dek Lela di akhir cerita langsung menyatukan kembali fokus pembaca pada satu pertanyaan besar tentang misteri apa yang sebenarnya sedang terjadi di desa tersebut.
Secara keseluruhan, awal dari novel ini sangat sukses meletakkan fondasi teka-teki yang kuat mengenai jati diri Samsuri yang sebenarnya dan apa yang mengincarnya. Penulis sangat cerdik menutup bagian pengenalan ini dengan sebuah akhir yang menggantung berupa senyuman misterius dari Dek Lela saat Samsuri diganggu makhluk halus. Hal ini menjadi umpan yang sangat berhasil untuk mengikat perhatian pembaca agar terus penasaran mengikuti kelanjutan ceritanya.
Saya sangat merekomendasikan novel ini bagi kamu pencinta kisah horor lokal yang dibumbui komedi segar dan romansa yang menggemaskan. Jika kamu mencari bacaan yang bisa membuatmu tertawa sekaligus merinding dalam waktu yang bersamaan dengan latar belakang pedesaan yang kental, karya Vhin Ananta ini adalah pilihan yang tidak boleh dilewatkan. Segera buka halaman pertamanya, ikuti keseruan harinya, dan bersiaplah ikut menebak siapa sebenarnya yang bersiul di belakang rumah Samsuri.
By Rahmat Ry

Lanjut Bunda🫣🫣🫣
BalasHapus