THE ART OF LUST - Dwinda

THE ART OF LUST - Dwinda


0

DUNIA BERAKHIR DENGAN DESAHAN

Jendra “Je” Mahesa menyangka mencuri artefak Loro Blonyo dari Keraton Yogyakarta hanyalah tiket untuk melunasi hutang. Ia salah besar. Saat virus *Cordyceps-Erotica* meledak, mengubah penduduk menjadi monster "Ratusan" yang haus daging sekaligus terangsang, Je terjebak di titik nol kiamat. Namun, darahnya yang menyentuh artefak itu membangkitkan *Curator System*. Kini, Je adalah "Sang Kurator" yang mampu menjinakkan monster melalui koneksi psikis-erotis di alam mimpi. Bersama seorang mantan ojol skeptis dan arkeolog *gothic*, Je harus menembus hutan spora menuju Borobudur demi mengungkap rahasia besar: manusia hanyalah baterai biologis bagi entitas luar angkasa. Aturannya sederhana: Puaskan mereka, atau kau jadi santapan.

**BAB 1: Mahakarya di Ambang Maut**

Uap jamur neon berwarna ungu elektrik memenuhi bunker Keraton, berbau melati busuk. Je terpojok. Di hadapannya, Sekar—tunangannya—tak lagi mengenakan kebaya beludru. Tubuhnya pucat, ditumbuhi jamur kancing, dengan kelopak bunga raksasa yang berdenyut di dadanya.

"Je... manis... lapar..." desis Sekar dengan suara membran basah yang bergetar.

"Lapar? Kau baru saja melahap dua penjaga, Sekar!" teriak Je. Namun, monster itu menerjang, menindih Je ke lantai dingin. Kuku hitamnya mencengkeram leher Je, menarik wajahnya ke dada yang berdenyut.

Semburan spora neon mengenai wajah Je. Seketika, rasa panas liar menjalar ke pangkal pahanya. "Sialan! Spora afrodisiak?!" umpat Je, wajahnya memerah. Di ambang maut, syarafnya justru terangsang hebat. Sekar menjilat lehernya dengan lidah sekasar amplas, meninggalkan lendir bercahaya.

Dalam kepanikan, tangan Je menyentuh kotak jati berisi Loro Blonyo Purba. Ia menghantamkan kotak itu hingga hancur. Di dalamnya, sepasang patung pengantin Jawa bersinar redup. Sudut patung menyayat telapak tangan Je, membasahi kayu purba itu dengan darah.

"Ambil ini, jamur sialan!" Je menempelkan patung itu ke dada Sekar.

Tiba-tiba, suara mekanis dingin bergema di kepala Je.

*[Analisis Kanvas Terdeteksi... Subjek: Je. Kondisi: Ambang Maut & Rangsangan 85%. Artefak 'Loro Blonyo Purba' Aktif.]*

"Hah? Suara apa itu?!"

*[Selamat Datang, Inang Pertama. Curator System Sinkronisasi...]*

Sekar mendesis murka, "Itu... milik kami!" Ia mencakar dan menggigit bahu Je, merobek kemejanya hingga habis.

*[Peringatan: Integritas Tubuh Menurun! Saran: Gunakan 'Lust Aura' untuk Menenangkan Subjek!]*

Seketika, rasa perih di bahu Je berubah menjadi sensasi dingin yang menggelitik. Penglihatannya berubah; Sekar kini tampak seperti lukisan abstrak hidup dengan garis energi ungu yang bisa ia manipulasi.

"Sekar... tenanglah," bisik Je dengan suara berat penuh otoritas. Ia menarik kepala Sekar dan mencium keningnya. Gelombang kejut merah jambu terpancar hebat.

Sekar terlempar mundur, gemetar. Spora di udara mengendap membentuk pola bunga. Tato bercahaya motif batik menjalar di lengan Je menuju jantungnya.

"Apa yang terjadi?" tanya Je terengah.

*[Sinkronisasi Cairan 1%... Energi Seksual Diperlukan. Peringatan: 'The Conductor' Terdeteksi. Ribuan zombie menuju lokasimu!]*

"Lari... Je..." rintih Sekar sebelum matanya kembali memutih.

Je ingin meraihnya, namun kepalanya terasa dihantam palu godam.

*[Energi Habis. Memasuki Mode Dreamwalk. Waspada: Di dalam mimpi, Sekar adalah Ego Jamur yang Haus.]*

Pandangan Je kabur. Dinding batu bunker mencair menjadi kanvas raksasa yang berputar. Jiwanya ditarik masuk ke lubang hitam beraroma keringat dan melati.

"Selamat datang di galeri pribadimu, Inang," goda suara sistem itu.

Dunia menjadi gelap. Je hanya bisa mendengar detak jantungnya dan tawa Sekar yang bergema di labirin syahwat yang tak berujung.

"Sialan," gumam Je sebelum hilang kesadaran, "Kenapa kiamat harus terasa senikmat ini?"

*****

Nama pena: Dwinda

Genre: System, Action, Sci-Fi, Dark Comedy, Erotica 21+++

Tag: Post-Apocalyptic, Urban Fantasy, Cosmic Horror, Explicit Content

Platform: MegaNovel

Editorial:

Cerita ini menawarkan paket lengkap yang sangat liar, perpaduan antara kiamat zombie, sistem gim, dan unsur dewasa yang eksplisit. Penulis berhasil mengubah Yogyakarta yang tenang menjadi medan tempur yang aneh, di mana ancamannya bukan sekadar gigitan monster, melainkan infeksi spora yang memicu gairah liar. Konsep "Ratusan" sebagai monster yang terangsang adalah ide yang sangat berani dan jarang ditemukan di genre sejenis.

Tokoh utamanya, Je, adalah karakter yang unik karena dia bukan pahlawan suci, melainkan pencuri seni yang terjepit keadaan. Munculnya Curator System memberikan sentuhan Urban Fantasy yang kuat, di mana Je bisa melihat dunia layaknya sebuah mahakarya lukisan. Ketegangan saat ia harus menghadapi tunangannya sendiri, Sekar, yang telah berubah menjadi monster jamur, menjadi pembuka yang emosional sekaligus menegangkan.

Salah satu daya tarik utama cerita ini adalah cara penulis mengemas kengerian Cosmic Horror. Rahasia bahwa manusia hanyalah "baterai" bagi makhluk luar angkasa menambah bobot cerita sehingga tidak hanya fokus pada aksi semata. Elemen Dark Comedy juga terasa pas, terutama saat Je melontarkan komentar-komentar sarkastik di tengah situasi hidup dan mati yang sangat absurd.

Dilihat dari sisi teknis, alurnya terasa sangat cepat dan penuh kejutan. Penggunaan istilah-istilah lokal seperti Keraton dan Borobudur memberikan identitas yang kuat pada dunianya. Namun, pembaca harus bijak karena label Erotica 21+++di sini benar-benar nyata; banyak adegan yang digambarkan secara sangat berani dan eksplisit, sejalan dengan pengaruh virus Cordyceps-Erotica. 

Mengenai sosok di balik karya ini, Dwinda adalah seorang penulis yang berani mendobrak batas genre konvensional di platform MegaNovel. Ia memiliki gaya bercerita yang lincah dan imajinasi yang luas, terutama dalam menggabungkan unsur fantasi sistem dengan tema-tema dewasa yang gelap. Dwinda mampu menjaga keseimbangan antara ketegangan aksi dan deskripsi sensuall yang menjadi ciri khas karyanya.

Secara keseluruhan, cerita ini sangat direkomendasikan bagi pembaca dewasa yang mencari sesuatu yang segar, ekstrem, dan tidak biasa. Jika Anda menyukai tema post-apocalyptic dengan bumbu sistem yang unik dan tidak keberatan dengan konten eksplisit, petualangan Je menembus hutan spora ini akan memberikan pengalaman membaca yang sangat memacu adrenalin.

By Nada Maya




3 Komentar

Ulasan buku

  1. Bagus banget nih cerita, baru tahu ada cerita zombie kayak gini. . . Lanjut thor

    BalasHapus
  2. Keren banget cerita bertahan hidup ditengan post apocalypt tapi berlatar di Indonesia... semangat Thor 🤘

    BalasHapus
  3. Bagus dan unik, apalagi zombienya.

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama