Bab 1
Akhirnya mereka sampai di Trans Studio, Tasya dan Via pergi memesan popcorn dan minuman,cici dan Hasan dan Alif memesan tiket.
Saat Tasya dan Via menunggu pesanan popcorn dan minuman. tiba tiba anak laki laki diperkirakan umur 5tahunan datang berlari mendekati Tasya dan langsung memeluk kaki Tasya
"Mommy..mommy..kenapa mommy tinggalin Gavin mom!! Hikhikhik.."
Tasya membolakan matanya terkejut yang tiba tiba ada anak kecil datang dan memanggilnya 'mommy' otomatis Tasya menjadi pusat perhatian teman temannya serta para pengunjung Bioskop.
Padahal saat itu Tasya ingin bersantai dengan teman temannya saat sedang weekend begini di Bioskop, tapi justru gak ada angin serta hujan tiba tiba nih bocah
berlari menuju tempat Tasya dan via berdiri.
Tasya jadi bingung dan bertanya tanya kenapa nih anak bisa sendirian di sini?
"Sya, lo sejak kapan punya anak? Udah segede gini gua kok baru tau sya?" tanya Via yang ada di samping Tasya
"Dia bukan anak gua,kalian kan tau kalau gua belum nikah apalagi punya anak segede gini,gak mungkinlah" bela Tasya
Tasya pun bertanya kepada bocah ngeselin ini
"Maaf ya dik,saya bukan mommymu dik,kamu ke sini sama siapa? Kemana orang tua kamu dik?" Tanya Tasya kepadanya yang masih menangis memeluk kaki Tasya
Tunggu,Tasya melihat ada yang aneh dengan nih bocah,dia menangis tapi kok air matanya tidak keluar sama sekali?
"Jangan jangan nih anak sedang ngeprank gua kali ya? " Cicit Tasya kepada via, via pun mengangkat bahunya menandakan dia tidak tahu.
"Gavin gak punya siapa siapa selain mommy, yuk kita pulang mommy"jawabnya langsung berdiri dan menarik tangan Tasya
Tiba tiba suara bariton menghentikan pergerakan bocah gila ini.
"Eehheeem.. mau kemana kamu Gavin? Kamu jangan mulai akting lagi Gav,daddy dari tadi mencari cari kamu"ucap laki laki berbadan Tinggi tegap,dengan dada bidang,hidung mancung,Rahang tegas serta brewoknya yang bikin gua ke sengsem.
"Perfect"ucap Tasya tanpa sadar mematung sambil membolakan matanaya antara kaget dan kagum.
"Maaf! Anda bilang apa tadi Nona?"tanya nya memastikan apa yang Tasya ucapkan tadi.
tasya masih terdiam mematung hingga jentikan jari pria tersebut di depan muka Tasya menyadarkan Tasya dari ke kagumannya.
"Ma-maaf,a-apa anda orang tua anak ini?"tanya Tasya terbata bata.
"Kamu pasti tadi bilang tidak punya daddy lagi ke tante ini? Sudah aktingnya,yo kita makan daddy sudah lapar"katanya sambil menggendong anaknya tanpa menjawab pertanyaan Tasya.
"Lah,Gila nih orang. udah anaknya bikin gua malu,gua di cuekin, sekarang malah pergi gitu aja" kesal Tasya yang sedang menendang dan meninju angin.
Tasya dan Via kembali ke tempat duduk mereka sambil membawa makanan dan minuman yang sudah mereka pesan.
"What!! Tunggu tunggu,dia Panggil Gua apa vi??" Tanya Tasya memastikan
Via yang tidak bisa menahan tawanya pun lepas,akhirnya dia tertawa sambil memegang perutnya. Begitu juga dengan yang laennya.
"Hahaha... Dia manggil lo 'Tante' say. Hahahaha" tawa Via dan teman temannya.
"Iiiisshhh... Rese tuh orang mentang mentang ganteng terus dia manggil gua tante... emang gua tante tante girang apa."
" Mana ada tante tante manis dan cantik kayak begini,muka gua kan baby face. Dasar Om Om bikin malu dunia persilatan gua aja nih"kesal Tasya
hahahahaha....
Tawa teman teman Tasya semakin menghiasi bioskop di sini,bahkan mereka yang sudah menjadi perhatian pengunjung pun tak menghiraukannya.
"Kalian iiiihhh.. udah donk ketawanya,mending gua pulang aja deh,bikin gua badmood aja"ucap Tasya kesal
"Iya iya iya... Kita stop deh ketawanya, abisnya lo sih lucu banget. Di cuekin laki laki tampan,bukannya kata lo pesona lo tiada tandingan? Buktinya pesona lo sama tuh cowok ganteng aja gak mempan.hahahaha..." ledek danil.
Padahal di antara mereka ada 1cowok yang dari tadi menahan tawanya melihat tingkah Absurd Tasya,namanya Alif guru Agama di SD IT Mandala. Di sana tidak hanya ada SD tapi mulai dari TK,SD dan SMP.
Alif menyukai Tasya sejak 2minggu yang lalu saat Alif melihat Tasya selesai sholat zuhur.
ketika Alif keluar dari masjid yang masih berada dilingkungan sekolah,saat itu dia sedang melihat Tasya kebingungan mencari sepatunya, yang ternyata sepatunya sedang di sembunyikan dan di bawa lari oleh anak anak TK nya Tasya.
Alif menahan tawanya,la melihat muka Tasya yang memerah menahan malu karna mengejar anak anak tersebut yang telah ketahuan akan menyembunyikan sepatunya.
Itulah saat pertama kali Alif menyukai Tasya,dia juga baru Tau kalau Hasan dan teman temanya ternyata temanya Tasya juga karna itulah Alif ingin bergabung dengan mereka agar bisa mengenal Tasya.
"Udah jangan diketawain lagi nih anak,ntar dia ngambek terus pulang kan jadi gak seru kalau gak ada dia"ujar Hasan yang berusaha menghentikan tawa teman temannya yang lain.
"Tingkah lo malu maluin banget sih Sya padahal kan di sini ada Anggota baru nih,ya kan San" ujar Danil.
"Nah kan gua jadi lupa mau ngenalin kalian sama anggota baru. Kenalkan dia Alif,dia guru Agama baru di SD IT Mandala. Alif,kenalkan ini Cici,Via,danil,dan yang absurd ini Tasya."
" Maaf ya kalau kesan pertama kali lo gabung ama kita gak enak kek gini" ujar Hasan yang sedang memperkenalkan Alif dengan teman teman yang laen.
"Aahh lo San,masa tiba lo kenalin gua aja lo bilang Absurd bikin malu gua aja lo San"gerutu Tasya sambil memonyongkan bibir seksinya yang tidak terima dibilang Absurd.
"Hahaha.. tanpa gua bilang pun kelihatan kok Sya. Ya deh gua ulang lagi,kenalkan ini Tasya yang pesonanya tiada tanding di bandingkan kita kita"canda Hasan
"Iiissshh lo mah gitu"ucapTasya sambil berdiri dan memberikan tangannya untuk berjabat tangan dengan Alif. Alif pun membalas menjabat tangan Tasya.
"Biar gua sendiri yang kenalin diri gua,lu ma rese san. Hai Lif,kenalkan Gua Tasya guru Seni di TK IT Mandala sekaligus wali kelas di kelas Melati,gua bisa Seni apa aja,termasuk seni bela diri gua juga bisa"
Penulis: Peniti Kecil
Platform: Fizzo
Editorial:
Buku ini menampilkan suara penulis yang santai namun cukup percaya diri dengan pilihannya sendiri.
Narasi dibangun lewat dialog yang dominan, dengan bahasa percakapan yang apa adanya dan tidak dibuat-buat.
Penulis tampak memahami dunia yang ingin ia hadirkan: ringan, urban, dan dekat dengan keseharian pembaca.
Suara ini tidak berusaha tampil “tinggi”, tetapi justru terasa sadar diri, ia tahu kapan harus membiarkan adegan berjalan lewat reaksi spontan dan humor situasional.
Ritme kalimat bergerak cepat, hampir tanpa jeda panjang, menciptakan atmosfer riuh yang sesuai dengan lokasi dan situasi.
Kekacauan kecil di ruang publik, tawa teman-teman, dan respons tokoh utama yang defensif sekaligus refleksif disusun berlapis,
membuat adegan terasa hidup.
Tidak ada upaya menahan emosi dengan deskripsi panjang, energi cerita muncul dari tempo dialog yang saling bertabrakan dan reaksi yang kadang berlebihan, namun konsisten dengan karakter yang dibangun.
Ketegangan halus dalam buku ini tidak datang dari konflik besar, melainkan dari rasa malu, harga diri,
dan cara tokoh utama mempertahankan citra dirinya di depan orang lain.
Penulis cukup cermat menahan penilaian, tidak ada monolog batin yang menjelaskan semuanya secara gamblang.
Pembaca dibiarkan menangkap sendiri kontras antara kepercayaan diri yang diucapkan dan kegugupan yang tampak dalam tindakan,
sebuah pilihan yang memberi ruang interpretasi tanpa perlu dramatisasi.
Secara keseluruhan, buku ini meninggalkan kesan ringan namun terkontrol.
Di balik kelucuan dan percakapan yang tampak remeh, ada upaya membangun relasi antar tokoh secara bertahap dan natural.
Untuk pembaca dewasa yang bosan dengan pertemuan karakter yang terlalu dipaksakan atau konflik instan, Buku ini menawarkan sesuatu yang lebih bersahaja, cerita yang tahu bahwa ketertarikan bisa tumbuh dari situasi canggung, bukan dari kejadian yang luar biasa.
By Lyren Kael

S gavin kecil kecil sudah banyak akal bulusnya...
BalasHapusDasar anak somplak...
Jd penasara baca kelanjutannya..
Ini buku juga udah tamat,jd bacanya bisa santai gak harus menunggu up bab terbaru.
Semangat berkarya thor..
Ku tunggu buku lainnya..
Lucu dan menghibur..keren
BalasHapusWkwk bneran somplak anak nya ya 😭 dialog Tasya juga ngakak "bikin malu dunia persilatan gue" wkwkw semangat thorrrr 👍🏻
BalasHapusGavin agak-agak ya 😭
BalasHapusGavin kecil2 udah sok ganteng dan pinter acting
BalasHapusGavin sepertinya jelmaan Abian waktu kecil 😂
BalasHapusLike son like father bukan sih... konyol pastinya dan semoga Tasya berjodoh ituh sama abinya Gavin. Seruuu2. Lanjut Thor...
BalasHapus